Laporan Khusus
Yang Dijerat Gaya Hidup

Dalam tahap pencairan identitas, remaja memang rentan terjebak dengan situasi negatif. Misalnya budaya konsumtif dan memaksa diri untuk setara dan mengikuti tren.


Seperti biasa, pagi itu Fitri, bukan nama sebenarnya, berangkat ke sekolah melalui jalan yang biasa dilewati. Tiba-tiba saja sebuah sepeda motor menyenggol tubuh remaja asal Klender Jakarta Timur ini. Beruntung Fitri tak mengalami luka serius. Benturannya ringan.

 

Si penunggang motor diduga siswa SMK di Jakarta Timur itu berusia sekitar 40-an tahun. Meminta maaf, lelaki itu pura-pura berusaha menolong Fitri lantas menawarkan jasa mengantar hingga sekolah. Remaja 19 tahun ini mulai curiga dengan kebaikan lelaki ini. “Saya sadar dan berfikir was-was. Ajakan itu langsung saya tolak,” kisah Fitri kepada Kabar Kampoeng, Jum’at pertengahan Agustus.

 

Belakangan Fitri tahu peristiwa yang dialaminya awal Juni silam itu ternyata pernah dialami beberapa teman sebayanya. Kata Fitri, itu modus “om-om” nakal menggaet anak sekolah.

 

Fitri beruntung terhindar dan berusaha kuat menghindari jebakan dalam peristiwa Selasa awal Juni lalu. Sebagian teman sebayanya justru “asyik masyuk” dalam pergaulan bebas demi meraup rupiah dan gaya hidup.  “Saya pernah dengar, di salah satu sekolah ada kakak kelas yang menjual adik kelasnya ke om-om. Uang yang didapat dibagi dua,” tuturnya kepada Kabar Kampoeng.

 

Kabar Kampoeng Edisi 2 September 2013 selengkapnya unduh di sini

2500