21
Sep 2015

 

JAKARTA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan International Day of Peace tahun ini kembali diperingati masyarakat di semua penjuru dunia. Ada banyak ekspresi untuk merayakannya, namun dipastikan tujuannya tetap satu; mengumandangkan lebih keras suara-suara untuk mendukung terciptanya perdamaian dunia.

 

Seperti di Paris, New York, London, dan banyak kota lainnya, Jakarta juga kembali menjadi “rumah” bagi peringatan hari perdamaian dunia tahun ini. Di jantung Indonesia ini, International Day of Peace 2015 digelar.

 

Sedikitnya 2.500 warga Jakarta dan sekitarnya, dengan latar belakang beragam yang dinaungi lintaskomunitas, memperingati International Day of Peace tahun ini dengan menggelar festival damai di Balai Kota Jakarta pada Minggu, 20 September 2015. Laki-laki, perempuan, tua, muda, ramai-ramai berpartisipasi di peringatan ini. Warga datang bersama-sama berkumpul dengan menteri, pejabat negara, musisi dan aktifis untuk menunjukkan ekspresi untuk mendukung perdamaian di Indonesia dan dunia.

 

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Ketua DPD Republik Indonesia Rizal Ramli dan Direktur The WAHID Institute Yenny Wahid membuka peringatan hari perdamaian ini, yang kemudian ditutup dengan pembacaan deklarai damai yang dipimpin diva internasional AGNEZ MO.

 

Direktur The WAHID Institute, Yenny Wahid, mengatakan peringatan hari perdamaian dunia ini dilaksanakan untuk mendorong partisipasi masyarakat Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Nusantara.

 

“Ada banyak kebencian, yang kini terus mencoba mengguncang perdamaian di Indonesia. Tapi, melalui peringatan hari perdamaian ini, kita bersama-sama menunjukkan kepada kelompok intoleran dan kelompok radikal, bahwa dukungan terhadap perdamaian dan kebhinnekaan Indonesia lebih besar,” ujar puteri dari mantan presiden KH. Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) ini.

 

Yenny berharap hari perdamaian dunia yang diperingati ini bisa menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kembali merefleksi diri, tentang sumbangsih apa yang telah dilakukan bagi mendukung perdamaian Indonesia dan dunia. Ia berharap semakin banyak komunitas, masyarakat, terutama generasi muda, tergerak untuk menyuarakan perdamaian.

 

“Mari, kita berpikir dan bertindak damai di kehidupan sehari-hari. Hentikan kebencian dan kekerasan atas nama perbedaan agama, suku, ras. Hentikan perang, setidaknya sehari ini saja,” kata Yenny.

 

Peringatan International Day of Peace 2015 ini diorganisir oleh Komunitas Indonesia #BeraniDamai dan The WAHID Institute. Festivalnya disemarakkan oleh penampilan AGNEZ MO, pertunjukan barongsai Komunitas Indonesia-Tionghoa (Inti), Genderang Langit Soka Gakkai, Tari Komunitas, Lima gunung, TIC Band, musisi Indra Prasta, dan banyak pendukung lainnya.

 

Peringatan serupa juga pernah diselenggarakan tahun oleh The WAHID Institute dan Komunitas Indonesia #BeraniDamai tahun lalu, yang menorehkan rekor MURI untuk pawai perdamaian dengan peserta komunitas terbanyak. [WI]

3057
 

Add comment


Security code
Refresh