21
Sep 2015

 

BOGOR - Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid mengajak seluruh perempuan yang menjadi anggota kelompok dampingan Wahid Institute untuk terus mengampanyekan dan menjaga perdamaian di lingkungannya.

 

“Bagaimana menjaga perdamaian ibu-ibu? Marilah kita mulai dari diri kita sendiri dengan tidak menjelek-jelekan tetangga, selalu menolong sesama, dan membantu yang lemah di sekitar kita.”

 

Demikian Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Yenny Wahid dan AGNEZ MO dengan kelompok Perempuan Pro Perdamaian. Dialog ini digelar sebagai rangkaian dari kegiatan International Peace Day, juga implementasi dari kegiatan Dialog antar Pemimpin Perempuan di kelompok dampingan Wahid Institute. Sedangkan Kelompok Perempuan Pro Perdamaian adalah kelompok-kelompok perempuan dampingan Wahid Institute.

 

Selain Yenny Wahid, juga hadir artis AGNEZ MO sebagai pembicara Dialog yang digelar di Balai Desa Pondok Udik, Kemang, Bogor Jawa Barat, Jumat (18/9) siang dipadati ratusan ibu-ibu kelompok dampingan WI, tokoh agama, jaringan NGO, dan komunitas mahasiswa yang tersebar di Depok dan Bogor.

 

“Agnez mau bertemu dengan ibu-ibu di Pondok Udik karena dia juga punya persamaan dengan kita semua. Agnez mempunyai komitmen untuk menyebarkan perdamaian ke seluruh dunia, menebarkan cinta kasih di sekitar kita,” ungkap putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

 

Untuk menyemangati kaum ibu agar terus menjaga dan menagmpanyekan perdamaian di lingkunnya, Yenny pun mengutip kata-kata bijak Jalaluddin Rumi.

 

“Orang yang melihat kebaikan orang lain itu, ibarat ia hidup di sebuah taman yang dipenuhi semerbak wangi bunga-bunga warna warni. Sedangkan orang yang selalu melihat kejelekan orang lain, ibarat dia hidup disekitar ular dan kalajengking.” [GF]

2727
 

Add comment


Security code
Refresh