19
Sep 2015

 

BOGOR - Kelompok perempuan dampingan Wahid Institute yang berada di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor kedatangan tamu istimewa. Tamu itu adalah dua tokoh nasional yang sedang getol mengampanyekan perdamaian di Indonesia bahkan dunia. Mereka adalah Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid dan artis Indonesia dengan reputasi internasional, AGNEZ MO.

 

Yenny dan AGNEZ MO bertamu untuk berdialog dengan kelompok Perempuan Pro Perdamaian, demikian kelompok perempuan dampingan Wahid Institute itu biasa disebut. Dialog ini sebagai rangkaian dari kegiatan International Peace Day.

 

“Ini juga perwujudan program dialog antar pemimpin perempuan di wilayah kabupaten Bogor,” ungkap Harwanti, pendamping Kelompok Perempuan pro Perdamaian, Jumat (18/9) siang.

 

Dialog antara AGNEZ MO dengan pemimpin kelompok Perempuan Pro Perdamaian, ini bertajuk Suara Perempuan untuk Perdamian. Dialog yang digelar di Balai Desa Pondok Udik, Kemang, Bogor Jawa Barat, Jumat (18/9) siang dipadati ratusan ibu-ibu kelompok dampingan WI, tokoh agama, jaringan NGO, dan komunitas mahasiswa yang tersebar di Depok dan Bogor.

 

“Tujuan kami mengundang AGNEZ MO juga agar kegiatan kelompok dampingan WI di daerah kabupaten Bogor terpublikasi dengan luas, “ ungkap Harwanti.

 

Dialog mengambil tema besar mengenai perdamaian yang dibangun oleh kelompok dampingan di wilayah Bogor dan peran ibu dalam mendukung kesuksesan keluarga dengan Yenny Wahid dan AGNEZ MO sebgai pembicara. AGNEZ MO dinilai tepat sebagai perempuan muda yang menginspirasi.

 

Sesi dialog dibuka oleh Kepala Desa Pondok Udik, M. Sutisna. Sutisna merasa bangga atas kehadiran Yenny Wahid dan AGNEZ MO. “Kami merasa terhormat artis internasional Agnes Monica mau hadir ditengah-tengah masyarakat Pondok Udik,” ucap Sutisna.

Sutisna menyatakan dukungannya dengan program-program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh Wahid Institute di desanya. “Dengan program pemberdayaan melalui Koperasi Cinta Damai Wahid yang memberikan pembiayaan kepada masyarakat, kami harapkan ekonomi didesa pondok udik ini dapat terangkat/maju,” kata M. Sutisna.

 

Usai acara Yenny Wahid dan AGNEZ MO mengunjungi komunitas dampingan WI di Desa Tonjong Jati, Kecamatan Kemang. Di desa ini terdapat komunitas pembuat lampion dan keset. Yenny Wahid & AGNEZ MO mencoba membuat kerajinan keset dari bahan kain bekas.

 

“Saya senang sekali dikunjungi AGNEZ MO dan Ibu Yenny. Kehadiran mereka membuat saya semakin merasakan manfaat bergabung dengan kelompok Perempuan Pro Perdamaian yang didampingi Wahid Institute,” kata Nani pengrajin lampion dari desa Tonjong Jati, Kemang, Kabupaten Bogor. [GF]

2381
 

Add comment


Security code
Refresh