09
Jun 2015

 

Banyak pengalaman menarik didapat peserta selama mengikuti Pelatihan Keuangan keluarga bagi kelompok dampingan perempuan yang digelar Wahid Institute. Salah satunya dialami Hartini. Ibu dua orang anak ini menjual gado-gado di teras rumahnya di kampung Pondok Udik, Kelurahan Kemang, Bogor. Sebenarnya warung gado-gado itu milik Mak Entin yang masih setia melayani pembeli jika Hartini, anaknya, berhalangan.

 

Hartini bercita-cita membangun kios baru bagi usaha gado-gadonya. “Mau misah dari emak, biar hasilnya kelihatan,” ungkap Hartini tentang keinginannya meluaskan usaha gado-gado.

 

Karena cita-cita itu Hartini bergabung dengan program pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan yang dibesut Wahid Institute. Ia pun membentuk kelompok Al Malik sejak enam bulan lalu. Bersama sembilan anggota kelompoknya, Hartini mengikuti pelatihan keuangan keluarga untuk kelompok yang digelar pada 20 Mei 2015. Pelatihan kelompok ini menyajikan materi perencanaan keuangan, langkah-langkah perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan keluarga, menyusun anggaran keuangan dan menghitung tabungan keluarga.

 

Jika dihitung, pendapatan dari warung gado-gado ditambah uang belanja dari suami, seharusnya uang Hartini cukup untuk mewujudkan cita-citanya mengembangkan usaha.

 

“Tapi saya orang boros. Mau dapat berapa juga gak pernah cukup,” aku Hartini.

 

Ia pun bingung dengan kondisi keuangannya tersebut. Namun setelah mengikuti pelatihan kelompok, Hartini menyatakan memiliki harapan untuk mengatur keuangan keluarganya.

 

“Dengan pelatihan ini, saya jadi tambah ilmu cara menabung,” katanya.

 

“Mudah-mudahan, kalau saya rajin nabung warung gado-gado saya bisa nambah,” Hartini berharap. [WI]

3801
 

Add comment


Security code
Refresh