Harlah the Wahid Institute Ke-9 & Orasi Kebangsaan "Kepemimpinan yang Berpihak pada yang Lemah (al-Mustad'afin)" Ir. H. Joko Widodo | Kamis, 26 September 2013, 09.30 - 12.30 WIB | The Wahid Institute Jln. Taman Amir Hamzah, No. 8, Jakarta | Olis (0878.3251.7514): Badrus (0813.1092.8060); Subhi (0815.8770.114); Alam (0815.9819.841)



Resensi

Minggu, 3 Februari 2013 06:18
Sebuah buku yang ditulis Titus Pekei berjudul Gus Dur, Guru & Masa Depan Papua; Hidup Damai Lewat Dialog telah dirilis di gedung Sinar Kasih, Jl Dewi Sartika, Jakarta, Kamis, kemarin. Buku yang disunting Apul D.Maharadja dan diterbitkan PT Pustaka Sinar Harapan itu, setebal xxiv dan 253 halaman, dan terdiri dari 18 bab.
Minggu, 3 Februari 2013 06:18
Dari perspektif inilah, keberpihakan Gus Dur pada warga Tionghoa dapat dicari raison d'etre-nya. Buku "Bapak Tionghoa Indonesia" ini penting sebagai referensi yang mengulas relasi Gus Dur dengan warga Tionghoa, bahkan secara luas membuka kajian tentang relasi pesantren dan Islam dengan etnis Tionghoa. Namun, ada beberapa kesalahan kecil, yang menandaskan buku ini terbit tergesa, semisal salah ketik di beberapa halaman (semisal hal. 111, 117), tak menyebutkan sumber, dan mengulang keterangan (hal. 120). Namun, beberapa kesalahan itu tak mengurangi bobot buku ini. Buku ini menjadi referensi penting lintas pembaca.
Minggu, 3 Februari 2013 06:18
Kini Gus Dur telah tiada, tapi jawaban-jawaban itu masih "sholih" dan tetap  hidup melayani pertanyaan-pertanyaan masalah yang terus berdatangan. Jasad boleh terkubur, tetapi ide-ide futuristic Gus Dur akan tetap hidup sampai kapanpun.