Program
HTI Tolak Pembagian Kondom Gratis SEA Games
Menyikapi tudingan bahwa sebagian besar peserta SEA Games berasal dari luar Indonesia dan membawa gaya hidup bebas, Gantada berpendapat hal itu tak seluruhnya benar. "Sama seperti kita pergi ke negara asing, kita akan menghormati budaya mereka. Jadi, ada beberapa hal yang harus kita penuhi, tapi tidak semua perilaku yang tidak sesuai dengan budaya kita dipenuhi. Para tamu ini pasti mengerti kok," komentarnya.
Supandri & Alamsyah M. Dja'far
Palembang-wahidinstiute.org. Selasa, 25 Oktober 2011. Di Sekitar Bundaran Air Mancur (BAM), suasana pagi pukul 10.00 WIB diramaikan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di antara mereka ada yang membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Liberalisme Budaya dengan Pembagian Kondom Gratis". Ada pula yang menyebar pamlet bertajuk "Tolak Pembagian Kondom Gratis".
Pagi itu, massa HTI menggelar demo menentang kebijakan Komisi Penanggulang AIDS (KPA) Kota Palembang yang akan membagi 57.600 buah kondom gratis lewat 200 boks yang akan disebar di perkampungan atlet, hotel, wisma, panti pijat, dan lokalisasi. KPA memastikan penempatan kondom itu tak akan dilakukan secara terbuka. "Kita titip boks sama petugas hotel dan lokalisasi. Biarlah petugas yang mendistribusikan dengan cara mereka," kata Zailani U.D., Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Palembang, Selasa (25/10/2011).
Seperti diberitakan sejumlah media lokal, rencana pembagian kondom gratis itu dilakukan untuk mencegah penyebaran atau penularan virus HIV/AIDS kepada masyarakat maupun pendatang yang mengikuti pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games XXVI di Palembang November 2011.
Belakangan, Zailani melontarkan pernyataan berbeda. Pembagian kondom gratis itu memang ada, katanya, tapi bukan dalam rangka SEA Games. Pembagian dilakukan Januari 2011. "Sekarang ini, pembagian (kondom gratis) hingga ke masyarakat umum tak ada sama sekali, apalagi dengan alasan SEA Games. Kalau pun ada,pembagian kondom gratis itu dari dulu hingga sekarang tempatnya hanya di (lokalisasi) Kampung Baru, tidak sampai ke tempat-tempat lain," kilahnya, Rabu (26/10/2011)
Menurut HTI, usaha pemerintah itu justru tak akan memberi solusi terhadap penyebaran virus HIV/AIDS, sebaliknya mendorong orang melakukan seks bebas. "Pemerintah harus menghentikan program pembagian kondom gratis, karena dengan mudahnya mendapatkan kondom akan mendorong siapapun menggunakannya untuk melakukan seks bebas alias perzinahan yang sangat dilarang oleh ajaran Islam dan ajaran agama apapun," kata Mahmud Jamhur, ketua HTI Sumsel dalam orasinya seperti dilansir seputar-indonesia.com (26/10).
Solusinya, kata Jamhur, tak lain seks bebas dan narkoba dilarang, serta menghukum para pezinah. Bukannya dengan menghalalkan dan memfasilitasi penyebarannya," tandasnya.
Usai berorasi di BAM, peserta aksi bergerak menuju gedung DPRD Sumatera Selatan. Di sana, mereka ditemui Wakil Ketua DPRD, M. Aliandrapati Gantada, dan anggota komisi I DPRD Syaiful Islam. Kepada para pengunjuk rasa, wakil rakyat ini menyatakan mendukung tuntutan mereka. Anggota DPRD itu beralasan, di balik program KPA itu tersirat dukungan terhadap praktik prostitusi. "Kami mendukung tuntutan mereka. Sebab, pembagian kondom gratis secara tersirat mendukung adanya prostitusi terselubung. Sebab, berdasarkan peraturan daerah, pelacuran dilarang di Palembang," kata Gantada seusai pertemuan dengan massa HTI seperti dikutip detik.com. Aliandrapati Gantada berasal dari Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDI-P), sedang Syaiful Islam dari Partai Demokrat.
Menyikapi tudingan bahwa sebagian besar peserta SEA Games berasal dari luar Indonesia dan membawa gaya hidup bebas, Gantada berpendapat hal itu tak seluruhnya benar. "Sama seperti kita pergi ke negara asing, kita akan menghormati budaya mereka. Jadi, ada beberapa hal yang harus kita penuhi, tapi tidak semua perilaku yang tidak sesuai dengan budaya kita dipenuhi. Para tamu ini pasti mengerti kok," komentarnya.
Pembagian kondom itu juga menuai pro-kontra di masyarakat. "Itu ide gila. Memangnya pelacuran sudah terbuka apa di Palembang? Jangan mentang-mentang event international,kita jadi berubah seperti negara asing. Kalau para tamu memang ingin melacur gelap, beli sendirilah kondom itu. Kan banyak juga dijual di apotik," kata Umar warga Lorok Pakjo, Palembang.
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan juga menolak rencana tersebut. Ketua PKBI Sumsel Amirul Husni berpandangan, pembagian kondom gratis di even SEA Games justru memperburuk citra Kota Palembang yang kental dengam unsur religiusnya. Pembagian kondom gratis tak harus di acara SEA Games. Selama ini, PKBI membagi kalangan yang memiliki resiko tinggi terhadap HIV/AIDS dan tidak terpaku dengan momen-momen tertentu seperti SEA Games.[]

Indonesia
English
Print
Email
Comment
Share