Dokumen
Sejak KH. KH. Abdurrahman Wahid meninggal, banyak cara dilakukan masyarakat untuk memberi penghromatan. Salah satunya dengan membuat patung berwajah Presiden RI ke-4 itu. Cipto Purnomo (29 tahun), salah seorang pematung asal Jawa Tengah, membuat patung Buddha berwajah Gus Dur. Teman seprofesi Cipto lainnya ada yang membuat patung ”Gladiator Gus Dur” dan ”Gunung Gus Dur” dalam rangka 40 hari meninggalnya Gus Dur.
Nah, patung Buddha itulah yang diprotes Dewan Pengurus Pusat Pemuda Theravada Indonesia (DPP PATRIA). Patung itu dinilai merendahkan junjungan mereka. Akhirnya patung-patung yang dipamerkan di Studio Mendut Magelang tersebut ditutup.
Di samping masalah tersebut, sepanjang Februari sejumlah kasus pendirian rumah ibadah juga terjadi. Di antaranya menimpa Gereja Galilea di Bekasi yang diminta ditutup sejumlah ormas setempat. Di Bogor, pihak Pemkot manut terhadap desakan sejumlah kelompok. Walikota lalu mencabut IMB Gereja Yasmin di Kelurahan Curug Mekar. Miris dengan sejumlah kasus rumah ibadah ini, dua ormas keagamaan PGI dan KWI mengadu ke DPR pada Selasa (9/2) dan mendesak agar masalah tersebut diatasi.
Di samping menurunkan perjalanan uji materi PNPS 1965, MRORI kali ini juga memuat kasus-kasus di daerah lain mulai dari kasus penyesatan, pelarang jilbab, miras, dan kontes waria. Selengkapnya MRORI Edisi 28 [Maret 2010]

Indonesia
English
Print
Email
Comment
Share